Thursday, December 13, 2012

Kok Haditsnya Dhaif, Kenapa ya?


Menurut al-Nawawi dan juga mayoritas ulama ahli hadis, hadis da'if adalah ‎hadis yang tidak memenuhi syarat shahih dan hasan ‎. Hadis da'if dapat ‎diklasifikasikan menjadi dua:‎
a.‎ Da'if disebabkan tidak memenuhi syarat ittishal al sanad. ‎
Da'if jenis ini dibagi lagi menjadi: ‎
‎1)‎ Hadis Muallaq
Yaitu hadis yang dari awal sanadnya terdapat satu rawi atau lebih yang ‎gugur atau dibuang, baik secara berurutan maupun tidak.‎ ‎ Contohnya ‎adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari :‎
َقَالَ بَهْزٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنِ النَّبِىِّ‎ ‎ص ع قَالَ‎ ‎‏: اللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنَ النَّاسِ‎ ‎
Hadis di atas dikatakan muallaq karena Bukhari langsung menyebut ‎Bahz bin Hakim, ayah Bahz (Hakim bin Muawiyah) dan kakeknya yaitu ‎Muawiyah bin Haidah tanpa menyebutkan rawi sebelum Bahz. Padahal ‎dalam hadis Abu Dawud, sebelum Bahz masih ada Abdullah bin ‎Maslamah dan Ubay. Dalam jalur lain riwayat Abu Dawud, sebelum Bahz ‎terdapat Ibnu Basyar dan Yahya.  ‎
‎2)‎ Hadis Mursal ‎
Yaitu hadis yang sanadnya dari tabi‘in langsung meloncat kepada ‎Nabi, tanpa melalui sahabat. Maksudnya perawi kedua – baik  tabi’in atau ‎sahabat junior – langsung menisbatkan apa yang diucapkannya langsung ‎kepada Nabi, tanpa menyebutkan dari perawi pertama terlebih dahulu, ‎seakan-akan dia mengetahuinya langsung dari Nabi. Contoh:‎
حَدَّثَنِى يَحْيَى عَنْ مَالِكٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ ‏عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم خَرَجَ إِلَى مَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ ‏فِى رَمَضَانَ فَصَامَ حَتَّى بَلَغَ الْكَدِيدَ ثُمَّ أَفْطَرَ فَأَفْطَرَ النَّاسُ (رواه مالك)‏
Menurut Al-Qabisy, hadis ini termasuk mursal karena Ibnu Abbas tidak ‎ikut bepergian bersama Nabi. Saat itu dia tinggal di rumahnya bersama ‎orang tuanya. Jadi dia tidak menyaksikan sendiri kisah perjalanan itu. Hal ‎itu diketahui berdasarkan berita sahabat lain.‎
Menurut Imam Malik dan Abu Hanifah hadith ini boleh dijadikan ‎hujjah.‎

No comments:

Post a Comment